BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Anak adalah makhlik
ciptaan Allah SW yang dititipkan kepada orang tuanya sebagai amanah. Allah SWT
menganugrahkan bermacam-macam perilaku kepada anak. Ada yang bermanfaat dan ada
juga yang membahayakan sianak, kecerdasan rasa sensitive anak adalah modal dasar
yang digunakan anak ketika berinteraksi dengan orang disekitarnya.
Masa kanak-kanak adalah
bagian yang teramat penting dalam perjalan hidup manusia, karena pada masa
tersebut manusia mudah terpengaruh lingkungan. Pengalaman masa kecil akan
senantiasa melekat dalam perilaku dikala dewasa.
Kita pahami bahwa
keberhasilan proses pembelajaran merupakan muara dari seluruh aktivitas yang
dilakukan guru dan siswa secara bersungguh-sungguh telah berupaya merancang dan
melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik, namun masalah-masalah belajar
tetap akan dijumpai guru.
Masalah belajar yang
terjadi selama proses belajar salah satunya adalah anak yang memiliki sifat
pemalu. Pemalu juga dapat menjadi masalah, jika sifat ini menyebabkan potensi
anak menjadi terkubur dan anak tidak berkembang secara optimal sesuai dengan
potensinya. Misalnya anak yang punya suara bagus dan berbakat menyanyi, tapi
merasa malu untuk mengasah bakatnya dengan ikut koor, les vokal dan mengikuti
kejuaraan, maka suara indahnya akan tersimpan sia-sia dan tidak bertambah
indah. Hal ini sangat disayangkan baik bagi anak maupun orangtuanya.
Di TK Bina Harapan IV
terdapat kurang lebih 10 anakyang memilki sifat pemalu, Rasa malu mungkin tidak
mudah terlihat pada anak-anak. Beberapa anak mungkin melekat secara berlebihan
kepada sang ibu dalam keadaan yang tidak familiar. sifat pemalu pada anak jika
tidak segera diatasi biasanya anak mengalami sifat pemalu hingga dewasa.
Seorang anak yang tidak menunjukkan tanda-tanda rasa malu pada usia enam atau
tujuh dapat menjadi terasa malu pada usia sembilan atau sepuluh. Sebaiknya
sejak usia dini anak diajak bermain dengan teman sebayanya, atau mengajaknya
bermain ditaman dapat membuat persahabatan antara anak-anak. Mengembangkan
minat anak dalam berbagai mata pelajaran seperti olahraga, musik, model
bangunan, menggambar, dan sebagainya. Percakapan menjadi lebih penting daripada
bermain seperti yang kita usia, dan interaksi sosial menjadi lebih kompleks.
Hal inilah yang melatar
belakangi penulis untuk membahas dan mengambil judul “ Upaya Guru Dalam Membentuk Rasa
Percaya Diri Pada Siswa Pemalu Ditaman Kanak-Kanak Bina Harapan IV Grogol Limo
Depok”.
B. Pembatasan
dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang diungkap dalam latar
belakang masalah, maka penelitian ini dibatasi pada masalah :
1. Upaya Guru
Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri siswa.
2.
Upaya Guru Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Siswa Pemalu.
2. Perumusan Masalah
Berdasar
identifikasi masalah di atas, maka perlu dinyatakan rumusan masalah terkait
dengan penulisan ini. Rumusan masalah dimaksud meliputi:
1.
Bagaimanakah Upaya Guru Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Siswa Pemalu
Ditaman Kanak-Kanak Bina Harapan IV Grogol Limo Depok ?.
2.
Bagaimana hasil Guru Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Siswa Pemalu
Ditaman Kanak-Kanak Bina Harapan IV Grogol Limo Depok?.
3. Adakah Upaya Guru
Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Siswa Pemalu Ditaman Kanak-Kanak Bina
Harapan IV Grogol Limo Depok?.
C.
Manfaat Penelitian
Informasi yang diperoleh melalui penelitian ini penulis
akan bermanfaat bagi:
a. Bagi Peneliti
1.
Untuk
mendapatkan fakta Upaya Guru Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Siswa
Pemalu.
2.
Sebagai calon
pendidik, jika dalam penelitian tersebut terdapat upaya guru dalam membentuk
rasa percaya diri pada siswa pemalu. Maka akan lebih menguatkan bagi peneliti
memperlihatkan fakta tentang pentingnya upaya guru dalam membentuk rasa percaya
diri siswa dan sebisa mungkin untuk memberikan saran-saran kepada pihak orang
tua untuk menumbuh kembangkan rasa percaya diri anaknya.
b. Bagi orang tua siswa
1.
Orangtua harus
jadi contoh bagi anak. Misalnya, jangan hanya mendorong anak untuk percaya
diri, tetapi juga jadilah model dari perilaku yang percaya diri. Anak biasanya
mengamati dan belajar dari perilaku orangtuanya sendiri.
2.
Sebaiknya
orangtua tetap mendampingi dan tidak langsung melepaskan anak seorang diri.
Misalnya ketika diminta bicara pada pelayan toko, orangtua berada di samping
anak, atau ketika mengajak main ke rumah temannya, orangtua tetap berada di
rumah temannya itu. Anak bisa dibiarkan melakukan seorang diri, jika dilihat
rasa percaya dirinya sudah berkembang.
D.
Tujuan Penelitian
1.
Untuk mengetahui
bagai mana upaya yang dilakukan guru dalam membentuk rasa percaya diri pada
siswa pemalu Ditaman Kanak-Kanak Bina Harapan IV Grogol Limo
Depok.
2.
Untuk melihat bagai
mana upaya guru dalam membentuk rasa percaya diri pada siswa pemalu Ditaman
Kanak-Kanak Bina Harapan IV Grogol Limo Depok.
E. Sistematika Penulisan
Untuk mengetahui keseluruhan isi atau
materi-materi skripsi ini secara global, maka penulis perlu mengemukakan
sistematika skripsi ini yang terdiri dari tiga bagian yaitu :
1.
Bagian
Muka
Bagian muka ini terdiri dari : halaman
sampul, halaman judul, halaman nota persetujuan pembimbing, halaman pengesahan,
halaman motto, halaman persembahan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi
dan halaman daftar tabel.
2.
Bagian
Isi/ Batang Tubuh
Pada Bagian ini, terdiri dari beberapa
bab antara lain :
Bab satu pendahuluan, dalam bab ini
meliputi tujuh sub yaitu : latar belakang masalah, penegasan istilah, perumusan
masalah, manfaat penelitian,tujuan penulisan skripsi, dan sistematika penulisan
skripsi.
Bab dua landasan teori, dalam bab ini
berisi percaya diri dan pemalu yang
meliputi dua (2) sub bab yaitu : tentang
Pengertian percaya diri dan pemalu, yang terdiri dari 7 anak sub bab
yakni, pengertian percaya diri,pengertian pemalu,ciri-ciri anak yang kurang
percaya diri dan pemalu, faktor-faktor penyebab dan dampaknya serta penanganan
anak yang memiliki rasa kurang percaya diri dan pemalu. Sub bab kedua peran
guru yang terdiri 6 anak sub bab yakni, tugas
dan fungsi guru, tanggung jawab guru,upaya guru, kebiasaan guru, sifat dan
syarat seorang guru.
Bab tiga gambaran Umum dan Kondisi
Obyektif Taman Kanak-Kanak Bina Harapan
IV Grogol Limo Depok, dalam bab ini terdiri dari tiga sub bab yakni pertama,
situasi umum terdiri dari, sejarah
berdirinya, letak geografis, keadaan siswa, guru/karyawan, struktur organisasi,
keadaan sarana dan prasarana. Sub bab kedua adalah, data tentang upaya guru
dalam membentuk rasa percaya diri pada siswa pemalu di Taman Kanak-Kanak Bina
Harapan IV Grogol Limo Depok.
Bab empat analisis, setelah data yang
diperoleh dari lapangan dikumpulkan, maka selanjutnya diadakan analisis data
untuk menguji hipotesis yang penulis ajukan.
Bab lima penutup, dalam bab ini berisi
uraian tentang kesimpulan, saran-saran dan kata penutup.
3.
Bagian
Akhir
Dalam bagian ini terdiri
dari, daftar kepustakaan, daftar riwayat pendidikan penulis dan daftar
lampiran-lampiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar