Rabu, 16 September 2015

Upaya Guru Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Siswa Pemalu

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Anak adalah makhlik ciptaan Allah SW yang dititipkan kepada orang tuanya sebagai amanah. Allah SWT menganugrahkan bermacam-macam perilaku kepada anak. Ada yang bermanfaat dan ada juga yang membahayakan sianak, kecerdasan rasa sensitive anak adalah modal dasar yang digunakan anak ketika berinteraksi dengan orang disekitarnya.
Masa kanak-kanak adalah bagian yang teramat penting dalam perjalan hidup manusia, karena pada masa tersebut manusia mudah terpengaruh lingkungan. Pengalaman masa kecil akan senantiasa melekat dalam perilaku dikala dewasa.
Kita pahami bahwa keberhasilan proses pembelajaran merupakan muara dari seluruh aktivitas yang dilakukan guru dan siswa secara bersungguh-sungguh telah berupaya merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik, namun masalah-masalah belajar tetap akan dijumpai guru.
Masalah belajar yang terjadi selama proses belajar salah satunya adalah anak yang memiliki sifat pemalu. Pemalu juga dapat menjadi masalah, jika sifat ini menyebabkan potensi anak menjadi terkubur dan anak tidak berkembang secara optimal sesuai dengan potensinya. Misalnya anak yang punya suara bagus dan berbakat menyanyi, tapi merasa malu untuk mengasah bakatnya dengan ikut koor, les vokal dan mengikuti kejuaraan, maka suara indahnya akan tersimpan sia-sia dan tidak bertambah indah. Hal ini sangat disayangkan baik bagi anak maupun orangtuanya.
Di TK Bina Harapan IV terdapat kurang lebih 10 anakyang memilki sifat pemalu, Rasa malu mungkin tidak mudah terlihat pada anak-anak. Beberapa anak mungkin melekat secara berlebihan kepada sang ibu dalam keadaan yang tidak familiar. sifat pemalu pada anak jika tidak segera diatasi biasanya anak mengalami sifat pemalu hingga dewasa. Seorang anak yang tidak menunjukkan tanda-tanda rasa malu pada usia enam atau tujuh dapat menjadi terasa malu pada usia sembilan atau sepuluh. Sebaiknya sejak usia dini anak diajak bermain dengan teman sebayanya, atau mengajaknya bermain ditaman dapat membuat persahabatan antara anak-anak. Mengembangkan minat anak dalam berbagai mata pelajaran seperti olahraga, musik, model bangunan, menggambar, dan sebagainya. Percakapan menjadi lebih penting daripada bermain seperti yang kita usia, dan interaksi sosial menjadi lebih kompleks.
Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk membahas dan mengambil judul “ Upaya Guru Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Siswa Pemalu Ditaman Kanak-Kanak Bina Harapan IV Grogol Limo Depok”.



B.  Pembatasan dan Perumusan Masalah
 1.   Pembatasan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang diungkap dalam latar belakang masalah, maka penelitian ini dibatasi pada masalah :
1. Upaya Guru Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri siswa.
2. Upaya Guru Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Siswa Pemalu.
2.  Perumusan Masalah
Berdasar identifikasi masalah di atas, maka perlu dinyatakan rumusan masalah terkait dengan penulisan ini. Rumusan masalah dimaksud meliputi:
1. Bagaimanakah Upaya Guru Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Siswa Pemalu Ditaman Kanak-Kanak Bina Harapan IV Grogol Limo Depok ?.
2. Bagaimana hasil Guru Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Siswa Pemalu Ditaman Kanak-Kanak Bina Harapan IV Grogol Limo Depok?.
3. Adakah Upaya Guru Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Siswa Pemalu Ditaman Kanak-Kanak Bina Harapan IV Grogol Limo Depok?.




C. Manfaat Penelitian
Informasi yang diperoleh melalui penelitian ini penulis akan bermanfaat bagi:
a.       Bagi Peneliti
1.      Untuk mendapatkan fakta Upaya Guru Dalam Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Siswa Pemalu.
2.      Sebagai calon pendidik, jika dalam penelitian tersebut terdapat upaya guru dalam membentuk rasa percaya diri pada siswa pemalu. Maka akan lebih menguatkan bagi peneliti memperlihatkan fakta tentang pentingnya upaya guru dalam membentuk rasa percaya diri siswa dan sebisa mungkin untuk memberikan saran-saran kepada pihak orang tua untuk menumbuh kembangkan rasa percaya diri anaknya.
b.      Bagi orang tua siswa
1.        Orangtua harus jadi contoh bagi anak. Misalnya, jangan hanya mendorong anak untuk percaya diri, tetapi juga jadilah model dari perilaku yang percaya diri. Anak biasanya mengamati dan belajar dari perilaku orangtuanya sendiri.
2.        Sebaiknya orangtua tetap mendampingi dan tidak langsung melepaskan anak seorang diri. Misalnya ketika diminta bicara pada pelayan toko, orangtua berada di samping anak, atau ketika mengajak main ke rumah temannya, orangtua tetap berada di rumah temannya itu. Anak bisa dibiarkan melakukan seorang diri, jika dilihat rasa percaya dirinya sudah berkembang.
D. Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui bagai mana upaya yang dilakukan guru dalam membentuk rasa percaya diri pada siswa pemalu Ditaman Kanak-Kanak Bina Harapan IV Grogol Limo Depok.
2.      Untuk melihat bagai mana upaya guru dalam membentuk rasa percaya diri pada siswa pemalu Ditaman Kanak-Kanak Bina Harapan IV Grogol Limo Depok.

E. Sistematika Penulisan
Untuk mengetahui keseluruhan isi atau materi-materi skripsi ini secara global, maka penulis perlu mengemukakan sistematika skripsi ini yang terdiri dari tiga bagian yaitu :
1.      Bagian Muka
Bagian muka ini terdiri dari : halaman sampul, halaman judul, halaman nota persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi dan halaman daftar tabel.
2.      Bagian Isi/ Batang Tubuh
Pada Bagian ini, terdiri dari beberapa bab antara lain :
Bab satu pendahuluan, dalam bab ini meliputi tujuh sub yaitu : latar belakang masalah, penegasan istilah, perumusan masalah, manfaat penelitian,tujuan penulisan skripsi, dan sistematika penulisan skripsi.
Bab dua landasan teori, dalam bab ini berisi  percaya diri dan pemalu yang meliputi dua (2) sub bab yaitu : tentang  Pengertian percaya diri dan pemalu, yang terdiri dari 7 anak sub bab yakni, pengertian percaya diri,pengertian pemalu,ciri-ciri anak yang kurang percaya diri dan pemalu, faktor-faktor penyebab dan dampaknya serta penanganan anak yang memiliki rasa kurang percaya diri dan pemalu. Sub bab kedua peran guru  yang terdiri 6 anak sub bab yakni, tugas dan fungsi guru, tanggung jawab guru,upaya guru, kebiasaan guru, sifat dan syarat seorang guru.
Bab tiga gambaran Umum dan Kondisi Obyektif  Taman Kanak-Kanak Bina Harapan IV Grogol Limo Depok, dalam bab ini terdiri dari tiga sub bab yakni pertama, situasi umum  terdiri dari, sejarah berdirinya, letak geografis, keadaan siswa, guru/karyawan, struktur organisasi, keadaan sarana dan prasarana. Sub bab kedua adalah, data tentang upaya guru dalam membentuk rasa percaya diri pada siswa pemalu di Taman Kanak-Kanak Bina Harapan IV Grogol Limo Depok.
Bab empat analisis, setelah data yang diperoleh dari lapangan dikumpulkan, maka selanjutnya diadakan analisis data untuk menguji hipotesis yang penulis ajukan.
Bab lima penutup, dalam bab ini berisi uraian tentang kesimpulan, saran-saran dan kata penutup.
3.      Bagian Akhir
Dalam bagian ini terdiri dari, daftar kepustakaan, daftar riwayat pendidikan penulis dan daftar lampiran-lampiran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar