Minggu, 20 September 2015

Pengaruh Persepsi Siswa tentang Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak Siswa di TPA Darul Arqom Ciputat Jakarta Selatan

I.       PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Menurut keyakinan kita, sejarah pembentukan masyarakat dimulai dari keluarga Adam dan Hawa sebagai unit terkecil dari masyarakat besar umat manusia dimuka Bumi ini. Dalam keluarga Adam itulah telah dimulai proses kependidikan umat manusia, meskipun dalam ruang lingkup terbatas sesuai dengan ketentuan untuk mempertahankan hidupnya. Sehingga dari sejarah awal ini maka terbentuklah berbagai macam bentuk masyarakat dimuka bumi ini. Mulai dari mayarakat luar Indonesia dan Indonesia.
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religius, sehingga agama merupakan kebutuhan yang sangat berarti. Oleh karena itu sangatlah wajar apabila penanaman nilai-nilai keagamaan melalui pendidikan agama Islam sangat diperhatikan oleh pemerintah.
Dari segi tingkat kebudayaan, agama merupakan universal (cultural). Salah satu prinsip teori fungsional menyatakan bahwa segala sesuatu yang tidak berfungsi akan lenyap dengan sendirinya karena sejak dahulu hingga sekarang agama dengan tangguh menyatakan eksistensinya, yang berarti ia mempunyai dan memerankan sejumlah peran dan fungsi di masyarakat. Oleh karena itu secara umum studi Islam menjadi penting, karena agama termasuk Islam memerankan sejumlah peran dan fungsi di masyarakat.
Persoalan yang menyangkut usaha perbaikan pemahaman dan penghayatan agama, terutama dari sisi etika dan moralitasnya kurang mendapatkan tempat yang memadai. Situasi keberagamaan di Indonesia cenderung menampilkan kondisi keberagamaan yang legalistik-formalistik. Agama harus dimanifestasikan ke dalam bentuk ritual-formal, sehingga muncul formalisme keagamaan yang lebih mementingkan bentuk dari pada isi. Kondisi seperti itu menyebabkan agama kurang dipahami sebagai perangkat paradigma moral dan etika, yang bertujuan membebaskan manusia dari kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan.[1]
Aturan atau norma baik yang bersumber dari agama maupun produk manusia adalah suatu nilai pandang luhur yang menjadi ukuran suatu tingkah laku manusia. Dalam pelaksanaannya norma tersebut tidak memaksa, melainkan dengan kemauannya sendiri yang bebas. Kemauan yang bebas yang dimaksud adalah apa yang diperbuat terlebih dahulu sedah dimengerti, telah diperhitungkan resiko yang menimpa, sehingga perbuatan yang terjadi dapat dipertanggung jawabkan secara formal, bukan secara hukum.[2]
Dalam studi kependidikan (sebutan pendidikan Islam) pada umumnya dipahami sebagai suatu ciri khas, yaitu jenis pendidikan yang berlatar belakang keagamaan. Hal ini juga Ketetapan MPR RI No. 11 tentang agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang berbunyi, “…… termasuk pendidikan yang dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah-sekolah mulai dari Sekolah Dasar sampai dengan universitas ……”.[3] Ketetapan ini memuat bagaimana pendidikan agama dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan.
Batasan yang lebih rinci tentang model pendidikan Islam sebenarnya telah banyak sekali dikumpulkan oleh banyak ahli, salah satunya adalah yang diungkapkan oleh Zarkawi Soejoeti, yang dikutip oleh A. Malik Fajar (1995) yaitu jenis pendidikan dan penyelenggaraannya didorong oleh hasrat dan semangat cita-cita untuk mengejawantahkan nilai-nilai Islam, baik yang tercermin dalam nama lembaganya maupun dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakannya. Di sini kata “Islam” ditempatkan sebagai sumber nilai yang akan diwujudkan dalam seluruh kegiatan pendidikannya.
Keberadaan pendidikan Islam tidaklah sekedar menyangkut karakteristik dan lembaga formal sebagai penyelenggara pendidikan, tetapi lebih mendasar lagi. Bahwa pendidikan Islam memiliki muatan tujuan yang diidam-idamkan dan sekaligus diyakini yang paling ideal bagi pengantaran hidup dan tujuan hidup manusia atau dapat juga digambarkan bahwa pendidikan Islam merupakan corak atau model pendidikan yang mampu membentuk manusia yang unggul secara intelektual, kaya dalam amal dan anggun dalam moral.[4]
Bilamana pendidikan kira artikan sebagai latihan mental, moral dan fisik (jasmaniah) yang menghasilkan manusia berbudaya tinggi untuk melaksanakan tugas kewajiban dan tangung jawab dalam masyarakat selaku hamba Allah SWT, maka pendidikan berarti menumbuhkan personalitas (kepribadian) serta menanamkan rasa tanggung jawab. Usaha kependidikan bagi manusia menyerupai makanan yang berfungsi memberi vitamin bagi pertumbuhan manusia.
Tujuan dan sasaran pendidikan berbeda-beda menurut pandangan hidup masing-masing pendidik atau lembaga pendidikan. Oleh karena itu perlu dirumuskan pandangan hidup Islam yang mengarahkan tujuan dan sasaran pendidikan Islam. Sebagai landasan pandangan seorang muslim ayat Al-Qur’an di bawah ini memberikan keyakinan dan sikap bahwa “Sesungguhnya Islam itu adalah agama yang benar disisi Allah”إن الد ين عندالله الأسلام   Oleh karena itu, bila manusia yang berpredikat “muslim” benar-benar menjadi penganut agama yang baik, itu harus mentaati ajaran Islam dan menjaga agar rahmat Allah tetapi berada pada dirinya. Ia mampu memahami, menghayati dan mengamalkan ajarannya yang didorong oleh iman sesuai aqidah islamiyah.[5]
Kemampuan memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam merupakan salah satu tujuan dan sasaran pendidikan agama Islam. Melalui proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, dimana terjadi proses pembelajaran transfer of knowledge memberikan pesan atau informasi ke dalam otak manusia (disebut kegiatan persepsi). Proses persepsi ini sangat mempengaruhi terhadap perubahan perilaku anak didik sebagai salah satu tujuan pembelajaran. Melalui presepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya, yaitu indera penglihat, pendengar, peraba, perasa dan pencium.[6] Setelah melalui proses persepsi, maka oleh otak berusaha menafsirkan pengamatan dan pengamatan yang dimiliki dalam interaksinya dengan lingkungan sekitar yang disebut dengan kegiatan apersepsi. Peristiwa tersebut tak lepas dari pengaruh rangsangan-rangsangan dari luar (faktor eksternal).[7] Pengaruh urgernsi dari persepsi siswa terhadap PAI dalam pembentukan akhak anak didik harus selalu diperhatikan oleh guru terutama guru pendidikan agama Islam.
Berdasarkan dari keterangan di atas, maka penulis berkeinginan untuk meneliti lebih jauh yang dituangkan dalam judul skripsi “Pengaruh Persepsi Siswa tentang Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak Siswa di TPA Darul Arqom Ciputat Jakarta Selatan”.

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

1. Pembatasan Masalah
Untuk menghindari dari kesalah pahaman dan untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan skripsi, perlu peneliti jelaskan beberapa istilah yang digunakan dalam judul tersebut, yaitu:
1.      Pengaruh yaitu daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang/berada) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.[8]
2.      Persepsi
Persepsi ada dua arti yaitu :
a.       Persepsi mempunyai arti tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu.
b.      Persepsi mempunyai arti proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya.[9]
3.      Siswa
Siswa disini adalah pelajar tingkat menengah dan tingkat atas.[10]
4.      Pendidikan
Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.[11]
5.      Agama Islam
Islam merupakan agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang berpedoman kepada kitab Suci Al-Qur’an yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah SWT.[12]
6.      Akhlak yaitu budi pekerti, kelakuan.[13]

2. Rumusan Masalah
Adapun yang jadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah :
1. Adakah pengaruh presepsi siswa tentang pendidikan agama Islam terhadap pembentukan akhlak siswa di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel ?
2. Sejauhmana signifikansi pendidikan agama Islam terhadap pembentukan akhlak siswa di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel?

C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan di atas, maka tujuan yang mendasari penulisan skripsi ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh presepsi siswa tentang pendidikan agama Islam terhadap pembentukan akhlak siswa di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel.
2.Untuk mengetahui signifikansi pendidikan agama Islam terhadap pembentukan akhlak siswa di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel.

D.  Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan pada umumnya. Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Menambah wawasan dan pengetahuan peneliti mengenai masalah yang di teliti.
  2. Untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam mencapai gelar sarjana program strata  satu ( S1 ) pada sekolah Tinggi Agama Islam Al-Karimiyah ( STAISKA) Depok.

E. Rumusan Hipotesis Penelitian
Suatu penelitian sudah barang tentu mempunyai masalah yang menarik untuk diteliti, guna memberi jawaban sementara adanya permasalahan tersebut diperlukan adanya hipotesa atau dugaan sementara. Seperti yang dikemukakan oleh Sutrisno Hadi dalam bukunya menyatakan bahwa “Hipotesa adalah dugaan yang sementara yang mungkin benar dan mungkin salah”.[14]
Dengan pernyataan di atas dapat penulis ambil pengertian bahwa duagaan yang diajukan penulis merupakan suatu kemungkinan, dimana kemungkinan tersebut bisa benar dan bisa juga salah. Adapun hipotesa yang penulis ajukan adalah “Ada pengaruh positif persepsi siswa tentang pendidikan agama Islam terhadap pembentuk akhlak siswa di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel”.















II. PROSEDUR PENELITIAN
A.  Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini untuk memperoleh hasil data yang merupakan hal penting dalam pemecahan masalah penelitian, maka digunakan studi korelasi yang merupakan bagian dari jenis penelitian deskriptif  kuantitatif. Hal tersebut mengandung makna bahwa data yang diperoleh dianalisa dan disajikan, sehingga akan menjadi hasil penelitian yang sistematis, nyata dan cermat agar mendapatkan gambaran yang jelas tentang subjek penelitian, yaitu tentang Pengaruh Persepsi Siswa tentang Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak Siswa”.
Selanjutnya penulisan penelitian ini mengaju pada buku pedoman penulisan skripsi yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Karimiyah.
B.     Tempat dan Waktu Penelitian
a.      Tempat Penelitian
            Tempat pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di Taman Pendidikan Qur’an Darul Arqom Ciputat Jakarta Selatan.
Dipilihnya lokasi ini karena tempatnya yang mudah dijangkau oleh peneliti dan masalah yang akan menjadi bahan penelitian atas Pengaruh Persepsi Siswa tentang Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak Siswa.

b.   Waktu Penelitian
            Adapun waktu penelitian ini dimulai pada bulan Maret 2013 sampai dengan bulan Oktober 2013. dilaksanakan di Taman Pendidikan Qur’an Darul Arqom Ciputat Jakarta Selatan.

C.    Populasi dan Sample Penelitian
1.      Populasi
Populasi disini adalah keseluruhan obyek penelitian.[15] Sedangkan sampel merupakan sebagian dari atau wakil dari populasi yang diteliti.[16] Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah keseluruhan guru Taman Pendidikan Qur’an Darul Arqom Ciputat Jakarta Selatan..
2.      Sample
Mengenai penentuan sampel, Suharsimi Arikunto memberikan batasan yaitu, “….. apabila populasinya kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika subyeknya besar dapat diambil antara 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih.

D.    Teknik Penelitian
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasi, yakni melihat bentuk hubungan antara variable-variabel yang diteliti, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara suatu variabel dengan variabel yang lain dan bertujuan pula untuk melihat hubungan antara variable-variabel tersebut.
Disamping itu,metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan kejadian yang sebenarnya untuk memperoleh data yang objektif.
            Adapun metode yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah:
a.       Metode Interview
Metode Interview adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematis dan berlandaskan pada tujuan penelitian.[17] Metode ini digunakan untuk memperoleh data situasi umum sekolah, pelaksanaan pendidikan agama Islam dan mengetahui persepsi siswa terhadap pendidikan agama Islam.
b.      Metode Observasi
Metode observasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki.[18] Metode ini penulis gunakan untuk mengadakan pengamatan secara langsung terhadap proses belajar mengajar pendidikan agama Islam. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui pembentukan akhlak siswa dalam mengikuti pelajaran agama Islam TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel.
c.       Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah pengumpulan data dengan jalan mengambil keterangan secara tertulis dari tempat penelitian sebagai data.[19] Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang kegiatan pelaksanaan pendidikan agam Islam, struktur organisasi, keadaan guru, keadaan siswa dan keadaan karyawan TPA Darul arqom Ciputat Jaksel.
d.      Metode Angket
Metode angket adalah suatu daftar yang berisi daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang atau anak yang hendak diselidiki.[20] Metode angket ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang persepsi siswa tentang pendidikan agama Islam terhadap pembentukan akhlak di TPA Darul arqom Ciputat Jaksel.

E.     Instrument Penelitian
Dalam rangka menjaring data untuk keperluan penelitian akan dipergunakan dua macam instrument angket yang berfunsi memperoleh tentang kompetensi profesionalisme guru. Angket memiliki alternatif jawaban yang diperoleh dari responden dengan sekala nilai 1, 3, 5, anget tersebut disusun berdasarkan dimensi-dimensi dari variable penelitian, anget tersebut berupa pertanyaan-pertayaan skala sikap yang menggambarkan sikap dari responden adapun  sitematika anget :


Tabel 1
Kisi-kisi Instrumen Penelitian
No
Indikator
Sub Indikator
No Butir
( Positif )
1.
Persepsi Siswa terhadap Pendidikan Agama Islam
1.Siswa menerima materi pendidikan agama Islam.
2.Siswa memahami materi pendidikan agama Islam.

1, 2, 3, 4, 6, 7,

8, 9, 10
2.
Pembentukan akhlak.
1.   Akhlak terhadap sesama siswa
2.   Akhlak terhadap guru
3. Akhlak terhadap orang lain.
11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20
            Selanjutnya dari butir-butir pertayaan tersebut dilakukan penilaian yang terdiri dari 3 alternatif jawaban dan diberi nlai 1 sampai 3 sebagai berikut:
Tabel 2
Skala Penilaian
Jawaban
Indikator
  1. Ya
  2. Kadang-kadang
  3. Tidak pernah
5
3
1
Sedangkan untuk mendapatkan data tentang prestasi digunakan nilai raport belajar siswa semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013.
F.     Teknik Analisa Penelitian
Setelah data terkumpul dari proses pengumpulan data, maka untuk menganalisa data tersebut penulis menggunakan tehnik analisis data statistik dengan langkah-langkah sebagai berikut   :
    1. Analisis Pendahuluan
Analisis pendahuluan yaitu perhitungan nilai angka tentang perhatian Orang Tua Siswa dengan hasil belajarnya dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi untuk setiap variabel.
b.      Analisis Uji Hipotesis
Analisis ini untuk menguji hipotesis yang diajukan, dengan mengadakan perhitungan lebih lanjut dengan menggunakan analsis statistik, dengan menggunakan rumus korelasi product moment : 
 
Keterangan :
rxy     : Koefisien korelasi antara variabel X dan Y
xy     :  Perkalian antara X dengan Y
x       :  Variabel  metode menghafal 
y       :  Variabel prestasi  belajar Al-Qur’an Hadits
N      :  Jumlah sampel
  :  Jumlah keseluruhan.[21]
c. Analisis Lanjut
Analisis lanjut ini merupakan data lebih lanjut dari hasil-hasil nilai kualitatif analisis sebelumnya, yakni membandingkan besarnya “r” observasi (ro) dengan “r” tabel (rtabel) dengan taraf signifikan 1 % dan 5 %. Jika “ro” sama dengan atau lebih besar dari “rtabel”, maka hasilnya signifikan yakni Hipotesis alternatif (Ha) dapat diterima kebenarannya. Dan apabila hasilnya lebih kecil maka hipotesis ditolak, sehingga interpretasinya adalah ‘ada pengaruh yang sedang/ cukup signifikan antara presepsi siswa tentang PAI terhadap pembentukan akhlak di TPA Daeul Arqom Ciputat Jaksel.













III.       SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI

Untuk mengetahui isi atau materi skripsi secara menyeluruh, maka penulis perlu mengetengahkan sistematika penulisan sebagai berikut :
1.   Bagian Muka, terdiri dari :
Halaman judul, halaman nota pembimbing, halaman nota pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi dan halaman daftar tabel.
2.   Bagian Isi, terdiri dari beberapa bab :
Bab I       : Bab ini berisi pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah, penegasan judul, rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis, metode penelitian dan sistematika penulisan skripsi.
Bab II     : Landasan teori
A. Persepsi
1.      Pengertian persepsi
2.      Faktor-faktor yang berperan dalam  persepsi
3.      Proses terjadinya persepsi 
4.      Fungsi dan peran persepsi
B. Pendidikan Agama Islam
1.      Pengertian pendidikan agama Islam
2.      Sasaran pendidikan agama Islam
3.      Dasar dan tujuan pendidikan agama Islam
4.      Pentingnya pendidikan agama pada anak
5.      Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar 
C.     Pembentukan akhlak
1.   Pengertian akhlak
2.   Tujuan pendidikan akhlak
3.   Pendidikan akhlak
4.   Pembinaan akhlak dan metode pembinaannya
5.   Manfaat akhlak yang mulia
D.  Persepsi siswa tentang pendidikan agama Islam terhadap pembentukan akhlak
Bab III  :    Persepsi Siswa tentang Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel
A.  Gambaran umum Persepsi Siswa tentang Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel
B.  Data hasil penelitian presepsi siswa tentang Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel
1.      Data hasil angket pengaruh persepsi siswa tentang pendidikan agama Islam
2.      Data hasil angket pembentukan akhlak siswa
BAB IV :    Pengaruh Persepsi Siswa tentang Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel
                    Dalam bab ini membahas tentang Analisis Pengaruh Persepsi Siswa tentang Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel yang meliputi: Analisa Pendahuluan, Analisa Uji Hipotesis, dan Analisis Lanjut.
Bab V     : Bab ini berisi penutup, yang meliputi kesimpulan, saran-saran, dan kata penutup.
3.   Bagian Akhir, terdiri dari :
Daftar pustaka, daftar riwayat pendidikan penulis dan lampiran-lampiran.















DAFTAR PUSTAKA

Atang Abdul Hakim, dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, PT. Remaja Rosda Karya, Bandung, 1999.
Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2000.
Abu Ahmadi, Psikologi Sosial, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1975.
Cholid Narbuko, Metode Penelitian Sosial, Fak. Tarbiyah IAIN Walisongo, Semarang, 1988.
John M. Echols dan Hasan Sadily, Kamus Inggris Indonesia, Gramedia, Jakarta, 1983.
Koentjoroningrat, Metode Penelitian Masyarakat, Gramedia, Jakarta, 1981.
Muslih Usa dan Aden Wijdan, Pendidikan Islam dalam Peradaban Industrial, Aditia Media, Yogyakarta, 1997.
M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 1991.
M. Thohir Mursal, Kamus Ilmu Jiwa Belajar dan Pendidikan, PT. Al-MA’arif, Bandung, 1999.
Muslih Usa dan Aden Wijdan, Pendidikan Islam dalam Peradaban Industrial, Aditia Media, Yogyakarta, 1997.
Sugiyono, Sistematika Penelitian, Alfa Beta, Bandung, 2000.
Saifudin Azwar, Metode Penelitian, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1998.
Sutrisno Hadi, Metodologi Research I, Psikologi UGM, Yogyakarta, 1987.
---------------, Metodologi Research Jilid 2, Andi Ofset, Yogyakarta, 2001.
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta, 1995.
Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian,  Rajawali, Jakarta, 1992.
WJS. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Edisi.2, Balai Pustaka, Jakarta, 1991.
Zakiah Daradjat, Pembinaan Remaja, Bulan Bintang, Jakarta, 1970.



[1]Atang Abdul Hakim, dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, PT. Remaja Rosda Karya, Bandung, 1999, hlm. 7.
[2]Zakiah Daradjat, Pembinaan Remaja, Bulan Bintang, Jakarta, 1970, hlm. 26.
[3]Bustanudin Agus, Al-Islam, Grafindo Persada, Jakarta, 1993, hlm 1.
[4]Muslih Usa dan Aden Wijdan, Pendidikan Islam dalam Peradaban Industrial, Aditia Media, Yogyakarta, 1997, hlm. 36.

[5]M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 1991, hlm. 10.
[6]Slameto, Belajar dan Faktor yang mempengaruhinya, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 1995.

[7]Nasution, Didaktif Asas-asas Mengajar, Bumi Aksara, Jakarta, 1995, hlm. 156.
[8]M. Arifin, Op. cit, hlm. 747.
[9]Ibid, hlm. 759.
[10]Ibid, hlm. 951.
[11]Ibid, hlm. 232.
[12]Ibid, hlm. 388.
[13]Ibid, hlm. 17
[14]Abu Ahmadi, Psikologi Sosial, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1975, hlm. 47.

[15]Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Proses, Rineka Cipta, Jakarta, 1993, Cet. IX, hlm. 102.
[16]Ibid., hlm. 104.
[17]Sutrisno Hadi, Metodologi Research I, Psikologi UGM, Yogyakarta, 1987, hlm. 193.
[18]Cholid Narbuko, Metode Penelitian Sosial, Fak. Tarbiyah IAIN Walisongo, Semarang, 1988, hlm. 173.
[19]Koentjoroningrat, Metode Penelitian Masyarakat, Gramedia, Jakarta, 1981, hlm. 63.
[20]Sutrisno Hadi, Op.cit, hlm. 70.
[21]Anas Sudjiono, Pengantar Statistik Pendidikan, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1991, hlm. 193.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar