I. PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Menurut keyakinan kita,
sejarah pembentukan masyarakat dimulai dari keluarga Adam dan Hawa sebagai unit
terkecil dari masyarakat besar umat manusia dimuka Bumi ini. Dalam keluarga
Adam itulah telah dimulai proses kependidikan umat manusia, meskipun dalam
ruang lingkup terbatas sesuai dengan ketentuan untuk mempertahankan hidupnya.
Sehingga dari sejarah awal ini maka terbentuklah berbagai macam bentuk
masyarakat dimuka bumi ini. Mulai dari mayarakat luar Indonesia dan Indonesia.
Masyarakat Indonesia
adalah masyarakat yang religius, sehingga agama merupakan kebutuhan yang sangat
berarti. Oleh karena itu sangatlah wajar apabila penanaman nilai-nilai
keagamaan melalui pendidikan agama Islam sangat diperhatikan oleh pemerintah.
Dari segi tingkat kebudayaan, agama merupakan
universal (cultural). Salah satu prinsip teori fungsional menyatakan
bahwa segala sesuatu yang tidak berfungsi akan lenyap dengan sendirinya karena
sejak dahulu hingga sekarang agama dengan tangguh menyatakan eksistensinya,
yang berarti ia mempunyai dan memerankan sejumlah peran dan fungsi di
masyarakat. Oleh karena itu secara umum studi Islam menjadi penting, karena
agama termasuk Islam memerankan sejumlah peran dan fungsi di masyarakat.
Persoalan yang menyangkut usaha perbaikan pemahaman
dan penghayatan agama, terutama dari sisi etika dan moralitasnya kurang
mendapatkan tempat yang memadai. Situasi keberagamaan di Indonesia cenderung
menampilkan kondisi keberagamaan yang legalistik-formalistik. Agama harus dimanifestasikan
ke dalam bentuk ritual-formal, sehingga muncul formalisme keagamaan yang lebih
mementingkan bentuk dari pada isi. Kondisi seperti itu menyebabkan agama kurang
dipahami sebagai perangkat paradigma moral dan etika, yang bertujuan
membebaskan manusia dari kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan.[1]
Aturan atau norma baik yang bersumber dari agama
maupun produk manusia adalah suatu nilai pandang luhur yang menjadi ukuran
suatu tingkah laku manusia. Dalam pelaksanaannya norma tersebut tidak memaksa,
melainkan dengan kemauannya sendiri yang bebas. Kemauan yang bebas yang
dimaksud adalah apa yang diperbuat terlebih dahulu sedah dimengerti, telah
diperhitungkan resiko yang menimpa, sehingga perbuatan yang terjadi dapat
dipertanggung jawabkan secara formal, bukan secara hukum.[2]
Dalam studi kependidikan (sebutan pendidikan Islam)
pada umumnya dipahami sebagai suatu ciri khas, yaitu jenis pendidikan yang
berlatar belakang keagamaan. Hal ini juga Ketetapan MPR RI No. 11 tentang agama
dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang berbunyi, “…… termasuk
pendidikan yang dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah-sekolah mulai dari
Sekolah Dasar sampai dengan universitas ……”.[3]
Ketetapan ini memuat bagaimana pendidikan agama dilaksanakan di lembaga-lembaga
pendidikan.
Batasan yang lebih rinci tentang model pendidikan
Islam sebenarnya telah banyak sekali dikumpulkan oleh banyak ahli, salah
satunya adalah yang diungkapkan oleh Zarkawi Soejoeti, yang dikutip oleh A.
Malik Fajar (1995) yaitu jenis pendidikan dan penyelenggaraannya didorong oleh
hasrat dan semangat cita-cita untuk mengejawantahkan nilai-nilai Islam, baik
yang tercermin dalam nama lembaganya maupun dalam kegiatan-kegiatan yang
diselenggarakannya. Di sini kata “Islam” ditempatkan sebagai sumber nilai yang
akan diwujudkan dalam seluruh kegiatan pendidikannya.
Keberadaan pendidikan Islam tidaklah sekedar
menyangkut karakteristik dan lembaga formal sebagai penyelenggara pendidikan,
tetapi lebih mendasar lagi. Bahwa pendidikan Islam memiliki muatan tujuan yang
diidam-idamkan dan sekaligus diyakini yang paling ideal bagi pengantaran hidup
dan tujuan hidup manusia atau dapat juga digambarkan bahwa pendidikan Islam
merupakan corak atau model pendidikan yang mampu membentuk manusia yang unggul
secara intelektual, kaya dalam amal dan anggun dalam moral.[4]
Bilamana pendidikan kira artikan sebagai latihan
mental, moral dan fisik (jasmaniah) yang menghasilkan manusia berbudaya tinggi
untuk melaksanakan tugas kewajiban dan tangung jawab dalam masyarakat selaku
hamba Allah SWT, maka pendidikan berarti menumbuhkan personalitas (kepribadian)
serta menanamkan rasa tanggung jawab. Usaha kependidikan bagi manusia
menyerupai makanan yang berfungsi memberi vitamin bagi pertumbuhan manusia.
Tujuan dan sasaran pendidikan berbeda-beda menurut
pandangan hidup masing-masing pendidik atau lembaga pendidikan. Oleh karena itu
perlu dirumuskan pandangan hidup Islam yang mengarahkan tujuan dan sasaran
pendidikan Islam. Sebagai landasan pandangan seorang muslim ayat Al-Qur’an di
bawah ini memberikan keyakinan dan sikap bahwa “Sesungguhnya Islam itu adalah
agama yang benar disisi Allah”إن الد ين عندالله الأسلام Oleh karena itu, bila manusia yang
berpredikat “muslim” benar-benar menjadi penganut agama yang baik, itu harus
mentaati ajaran Islam dan menjaga agar rahmat Allah tetapi berada pada dirinya.
Ia mampu memahami, menghayati dan mengamalkan ajarannya yang didorong oleh iman
sesuai aqidah islamiyah.[5]
Kemampuan memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran
agama Islam merupakan salah satu tujuan dan sasaran pendidikan agama Islam.
Melalui proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, dimana terjadi proses
pembelajaran transfer of knowledge memberikan pesan atau informasi ke
dalam otak manusia (disebut kegiatan persepsi). Proses persepsi ini sangat
mempengaruhi terhadap perubahan perilaku anak didik sebagai salah satu tujuan
pembelajaran. Melalui presepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan
lingkungannya. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya, yaitu indera penglihat,
pendengar, peraba, perasa dan pencium.[6]
Setelah melalui proses persepsi, maka oleh otak berusaha menafsirkan pengamatan
dan pengamatan yang dimiliki dalam interaksinya dengan lingkungan sekitar yang
disebut dengan kegiatan apersepsi. Peristiwa tersebut tak lepas dari pengaruh
rangsangan-rangsangan dari luar (faktor eksternal).[7]
Pengaruh urgernsi dari persepsi siswa terhadap PAI dalam pembentukan akhak anak
didik harus selalu diperhatikan oleh guru terutama guru pendidikan agama Islam.
Berdasarkan dari keterangan di atas,
maka penulis berkeinginan untuk meneliti lebih jauh yang dituangkan dalam judul
skripsi “Pengaruh Persepsi Siswa tentang Pendidikan Agama Islam terhadap
Pembentukan Akhlak Siswa di TPA Darul Arqom Ciputat Jakarta Selatan”.
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan Masalah
Untuk
menghindari dari kesalah pahaman dan untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan
skripsi, perlu peneliti jelaskan beberapa istilah yang digunakan dalam judul
tersebut, yaitu:
1. Pengaruh yaitu daya yang ada
atau timbul dari sesuatu (orang/berada) yang ikut membentuk watak, kepercayaan
atau perbuatan seseorang.[8]
2. Persepsi
Persepsi
ada dua arti yaitu :
a. Persepsi mempunyai arti
tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu.
3. Siswa
Siswa
disini adalah pelajar tingkat menengah dan tingkat atas.[10]
4. Pendidikan
Pendidikan
merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang
dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.[11]
5. Agama Islam
Islam
merupakan agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang berpedoman kepada
kitab Suci Al-Qur’an yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah SWT.[12]
2. Rumusan Masalah
Adapun yang jadi pokok
permasalahan dalam penelitian ini adalah :
1. Adakah pengaruh presepsi siswa tentang pendidikan
agama Islam terhadap pembentukan akhlak siswa di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel
?
2. Sejauhmana signifikansi pendidikan agama Islam
terhadap pembentukan akhlak siswa di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan
di atas, maka tujuan yang mendasari penulisan skripsi ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh presepsi siswa tentang
pendidikan agama Islam terhadap pembentukan akhlak siswa di TPA Darul Arqom
Ciputat Jaksel.
2.Untuk mengetahui signifikansi pendidikan agama
Islam terhadap pembentukan akhlak siswa di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel.
D. Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
terhadap dunia pendidikan pada umumnya. Adapun kegunaan penelitian ini adalah
sebagai berikut:
- Menambah
wawasan dan pengetahuan peneliti mengenai masalah yang di teliti.
- Untuk
memenuhi salah satu persyaratan dalam mencapai gelar sarjana program strata satu ( S1 ) pada sekolah Tinggi Agama
Islam Al-Karimiyah ( STAISKA) Depok.
E. Rumusan Hipotesis Penelitian
Suatu penelitian sudah barang tentu mempunyai masalah
yang menarik untuk diteliti, guna memberi jawaban sementara adanya permasalahan
tersebut diperlukan adanya hipotesa atau dugaan sementara. Seperti yang
dikemukakan oleh Sutrisno Hadi dalam bukunya menyatakan bahwa “Hipotesa adalah
dugaan yang sementara yang mungkin benar dan mungkin salah”.[14]
Dengan pernyataan di atas dapat penulis ambil pengertian
bahwa duagaan yang diajukan penulis merupakan suatu kemungkinan, dimana
kemungkinan tersebut bisa benar dan bisa juga salah. Adapun hipotesa yang
penulis ajukan adalah “Ada pengaruh positif persepsi siswa tentang pendidikan
agama Islam terhadap pembentuk akhlak siswa di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel”.
II. PROSEDUR PENELITIAN
A. Jenis
Penelitian
Dalam penelitian ini untuk
memperoleh hasil data yang merupakan hal penting dalam pemecahan masalah
penelitian, maka digunakan studi korelasi yang merupakan bagian dari jenis
penelitian deskriptif kuantitatif. Hal
tersebut mengandung makna bahwa data yang diperoleh dianalisa dan disajikan,
sehingga akan menjadi hasil penelitian yang sistematis, nyata dan cermat agar
mendapatkan gambaran yang jelas tentang subjek penelitian, yaitu tentang “Pengaruh Persepsi Siswa
tentang Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak Siswa”.
Selanjutnya penulisan penelitian ini
mengaju pada buku pedoman penulisan skripsi yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu
Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Karimiyah.
B.
Tempat dan Waktu Penelitian
a.
Tempat Penelitian
Tempat pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di Taman
Pendidikan Qur’an Darul Arqom Ciputat Jakarta Selatan.
Dipilihnya lokasi ini karena tempatnya yang mudah
dijangkau oleh peneliti dan masalah yang akan menjadi bahan penelitian atas Pengaruh Persepsi Siswa tentang Pendidikan
Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak Siswa.
b. Waktu Penelitian
Adapun waktu penelitian ini dimulai pada bulan Maret 2013
sampai dengan bulan Oktober 2013. dilaksanakan di Taman Pendidikan Qur’an Darul
Arqom Ciputat Jakarta Selatan.
C.
Populasi dan Sample
Penelitian
1.
Populasi
Populasi disini
adalah keseluruhan obyek penelitian.[15]
Sedangkan sampel merupakan sebagian dari atau wakil dari populasi yang
diteliti.[16]
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah keseluruhan guru Taman Pendidikan Qur’an Darul Arqom Ciputat Jakarta
Selatan..
2.
Sample
Mengenai
penentuan sampel, Suharsimi Arikunto memberikan batasan yaitu, “….. apabila populasinya
kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya sehingga penelitiannya merupakan
penelitian populasi. Selanjutnya jika subyeknya besar dapat diambil antara 10%
- 15% atau 20% - 25% atau lebih.
D.
Teknik Penelitian
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teknik korelasi, yakni melihat bentuk hubungan antara variable-variabel yang
diteliti, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara suatu variabel dengan
variabel yang lain dan bertujuan pula untuk melihat hubungan antara
variable-variabel tersebut.
Disamping itu,metode penelitian ini adalah penelitian
deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan kejadian yang
sebenarnya untuk memperoleh data yang objektif.
Adapun metode yang kami gunakan
dalam penelitian ini adalah:
a.
Metode Interview
Metode Interview adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data
dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematis dan
berlandaskan pada tujuan penelitian.[17]
Metode ini digunakan untuk memperoleh data situasi umum sekolah, pelaksanaan
pendidikan agama Islam dan mengetahui persepsi siswa terhadap pendidikan agama
Islam.
b.
Metode Observasi
Metode observasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematis
fenomena-fenomena yang diselidiki.[18]
Metode ini penulis gunakan untuk mengadakan pengamatan secara langsung terhadap
proses belajar mengajar pendidikan agama Islam. Hal ini dimaksudkan untuk
mengetahui pembentukan akhlak siswa dalam mengikuti pelajaran agama Islam TPA
Darul Arqom Ciputat Jaksel.
c.
Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah pengumpulan data dengan jalan mengambil
keterangan secara tertulis dari tempat penelitian sebagai data.[19]
Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang kegiatan pelaksanaan
pendidikan agam Islam, struktur organisasi, keadaan guru, keadaan siswa dan
keadaan karyawan TPA Darul arqom Ciputat Jaksel.
d.
Metode Angket
Metode angket adalah suatu daftar yang berisi daftar pertanyaan yang
harus dijawab atau dikerjakan oleh orang atau anak yang hendak diselidiki.[20]
Metode angket ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang persepsi siswa
tentang pendidikan agama Islam terhadap pembentukan akhlak di TPA Darul arqom
Ciputat Jaksel.
E. Instrument Penelitian
Dalam rangka menjaring data untuk keperluan penelitian
akan dipergunakan dua macam instrument angket yang berfunsi memperoleh tentang
kompetensi profesionalisme guru. Angket memiliki alternatif jawaban yang
diperoleh dari responden dengan sekala nilai 1, 3, 5, anget tersebut disusun
berdasarkan dimensi-dimensi dari variable penelitian, anget tersebut berupa
pertanyaan-pertayaan skala sikap yang menggambarkan sikap dari responden
adapun sitematika anget :
Tabel 1
Kisi-kisi Instrumen Penelitian
|
No
|
Indikator
|
Sub
Indikator
|
No
Butir
(
Positif )
|
|
1.
|
Persepsi Siswa
terhadap Pendidikan Agama Islam
|
1.Siswa menerima materi pendidikan agama Islam.
2.Siswa memahami materi pendidikan agama Islam.
|
1, 2, 3, 4, 6,
7,
8, 9, 10
|
|
2.
|
Pembentukan
akhlak.
|
1.
Akhlak terhadap sesama siswa
2.
Akhlak terhadap guru
3. Akhlak terhadap orang lain.
|
11, 12, 13,
14, 15, 16, 17, 18, 19, 20
|
Selanjutnya dari butir-butir
pertayaan tersebut dilakukan penilaian yang terdiri dari 3 alternatif jawaban
dan diberi nlai 1 sampai 3 sebagai berikut:
Tabel
2
Skala
Penilaian
|
Jawaban
|
Indikator
|
|
5
3
1
|
Sedangkan untuk mendapatkan data tentang prestasi
digunakan nilai raport belajar siswa semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013.
F. Teknik Analisa Penelitian
Setelah data terkumpul dari proses pengumpulan data,
maka untuk menganalisa data tersebut penulis menggunakan tehnik analisis data
statistik dengan langkah-langkah sebagai berikut :
- Analisis
Pendahuluan
Analisis pendahuluan yaitu perhitungan nilai
angka tentang perhatian Orang
Tua Siswa dengan hasil belajarnya dengan
menggunakan tabel distribusi frekuensi untuk setiap variabel.
b.
Analisis
Uji Hipotesis
Analisis ini untuk menguji
hipotesis yang diajukan, dengan mengadakan perhitungan lebih lanjut dengan
menggunakan analsis statistik, dengan menggunakan rumus korelasi product moment
:
Keterangan :
rxy : Koefisien
korelasi antara variabel X dan Y
xy : Perkalian
antara X dengan Y
x : Variabel metode menghafal
y : Variabel
prestasi belajar Al-Qur’an Hadits
N : Jumlah
sampel
c. Analisis Lanjut
Analisis lanjut ini merupakan data lebih lanjut dari
hasil-hasil nilai kualitatif analisis sebelumnya, yakni membandingkan besarnya
“r” observasi (ro) dengan “r” tabel (rtabel) dengan taraf
signifikan 1 % dan 5 %. Jika “ro” sama dengan atau lebih besar dari
“rtabel”, maka hasilnya signifikan yakni Hipotesis alternatif (Ha)
dapat diterima kebenarannya. Dan apabila hasilnya lebih kecil maka hipotesis
ditolak, sehingga interpretasinya adalah ‘ada pengaruh yang sedang/ cukup
signifikan antara presepsi siswa tentang PAI terhadap pembentukan akhlak di TPA
Daeul Arqom Ciputat Jaksel.
III.
SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI
Untuk mengetahui isi atau materi skripsi secara menyeluruh,
maka penulis perlu mengetengahkan sistematika penulisan sebagai berikut :
1. Bagian
Muka, terdiri dari :
Halaman judul, halaman nota pembimbing, halaman nota pengesahan, halaman
motto, halaman persembahan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi dan
halaman daftar tabel.
2. Bagian
Isi, terdiri dari beberapa bab :
Bab I : Bab ini berisi pendahuluan yang meliputi latar
belakang masalah, penegasan judul, rumusan masalah, tujuan penelitian,
hipotesis, metode penelitian dan sistematika penulisan skripsi.
Bab II : Landasan teori
A. Persepsi
1. Pengertian persepsi
2. Faktor-faktor yang berperan
dalam persepsi
3. Proses terjadinya persepsi
4. Fungsi dan peran persepsi
B. Pendidikan Agama Islam
1. Pengertian pendidikan agama
Islam
2. Sasaran pendidikan agama Islam
3. Dasar dan tujuan pendidikan
agama Islam
4. Pentingnya pendidikan agama
pada anak
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi
belajar
C.
Pembentukan akhlak
1. Pengertian
akhlak
2. Tujuan
pendidikan akhlak
3. Pendidikan
akhlak
4. Pembinaan
akhlak dan metode pembinaannya
5. Manfaat
akhlak yang mulia
D. Persepsi
siswa tentang pendidikan agama Islam terhadap pembentukan akhlak
Bab III : Persepsi
Siswa tentang Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak di TPA Darul
Arqom Ciputat Jaksel
A. Gambaran
umum Persepsi Siswa tentang Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak
di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel
B. Data hasil
penelitian presepsi siswa tentang Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan
Akhlak di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel
1. Data hasil angket pengaruh
persepsi siswa tentang pendidikan agama Islam
2. Data hasil angket pembentukan
akhlak siswa
BAB IV : Pengaruh Persepsi Siswa tentang Pendidikan
Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel
Dalam
bab ini membahas tentang Analisis Pengaruh Persepsi Siswa tentang Pendidikan
Agama Islam terhadap Pembentukan Akhlak di TPA Darul Arqom Ciputat Jaksel yang
meliputi: Analisa Pendahuluan, Analisa Uji Hipotesis, dan Analisis Lanjut.
Bab V : Bab ini berisi penutup, yang meliputi
kesimpulan, saran-saran, dan kata penutup.
3. Bagian
Akhir, terdiri dari :
Daftar pustaka, daftar riwayat pendidikan penulis dan
lampiran-lampiran.
DAFTAR PUSTAKA
Atang Abdul Hakim, dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, PT.
Remaja Rosda Karya, Bandung, 1999.
Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, PT. Raja Grafindo
Persada, Jakarta, 2000.
Abu Ahmadi, Psikologi Sosial, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1975.
Cholid Narbuko, Metode Penelitian Sosial, Fak. Tarbiyah IAIN
Walisongo, Semarang, 1988.
John M. Echols dan Hasan Sadily, Kamus Inggris Indonesia,
Gramedia, Jakarta, 1983.
Koentjoroningrat, Metode Penelitian Masyarakat, Gramedia, Jakarta,
1981.
Muslih Usa dan Aden Wijdan, Pendidikan Islam dalam Peradaban
Industrial, Aditia Media, Yogyakarta, 1997.
M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 1991.
M. Thohir Mursal, Kamus Ilmu Jiwa Belajar dan Pendidikan, PT.
Al-MA’arif, Bandung, 1999.
Muslih Usa dan Aden Wijdan, Pendidikan Islam dalam Peradaban
Industrial, Aditia Media, Yogyakarta, 1997.
Sugiyono, Sistematika Penelitian, Alfa Beta, Bandung, 2000.
Saifudin Azwar, Metode Penelitian, Pustaka Pelajar, Yogyakarta,
1998.
Sutrisno Hadi, Metodologi Research I, Psikologi UGM, Yogyakarta,
1987.
---------------, Metodologi
Research Jilid 2, Andi Ofset, Yogyakarta, 2001.
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya, Rineka
Cipta, Jakarta, 1995.
Sumadi Suryabrata, Metodologi
Penelitian, Rajawali, Jakarta, 1992.
WJS. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Edisi.2, Balai
Pustaka, Jakarta, 1991.
Zakiah Daradjat, Pembinaan Remaja, Bulan Bintang, Jakarta, 1970.
[1]Atang
Abdul Hakim, dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, PT. Remaja Rosda
Karya, Bandung, 1999, hlm. 7.
[2]Zakiah
Daradjat, Pembinaan Remaja, Bulan Bintang, Jakarta, 1970, hlm. 26.
[3]Bustanudin
Agus, Al-Islam, Grafindo Persada, Jakarta, 1993, hlm 1.
[4]Muslih
Usa dan Aden Wijdan, Pendidikan Islam dalam Peradaban Industrial, Aditia
Media, Yogyakarta, 1997, hlm. 36.
[5]M.
Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 1991, hlm. 10.
[6]Slameto,
Belajar dan Faktor yang mempengaruhinya, PT. Rineka Cipta, Jakarta,
1995.
[7]Nasution,
Didaktif Asas-asas Mengajar, Bumi Aksara, Jakarta, 1995, hlm. 156.
[8]M.
Arifin, Op. cit, hlm. 747.
[9]Ibid,
hlm. 759.
[10]Ibid,
hlm. 951.
[11]Ibid,
hlm. 232.
[12]Ibid,
hlm. 388.
[13]Ibid,
hlm. 17
[14]Abu
Ahmadi, Psikologi Sosial, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1975, hlm. 47.
[15]Suharsimi
Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Proses, Rineka Cipta, Jakarta, 1993, Cet. IX, hlm. 102.
[16]Ibid., hlm. 104.
[17]Sutrisno
Hadi, Metodologi Research I, Psikologi UGM, Yogyakarta, 1987, hlm. 193.
[18]Cholid
Narbuko, Metode Penelitian Sosial, Fak. Tarbiyah IAIN Walisongo,
Semarang, 1988, hlm. 173.
[19]Koentjoroningrat,
Metode Penelitian Masyarakat, Gramedia, Jakarta, 1981, hlm. 63.
[20]Sutrisno
Hadi, Op.cit, hlm. 70.
[21]Anas
Sudjiono, Pengantar Statistik Pendidikan, Raja Grafindo Persada,
Jakarta, 1991, hlm. 193.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar