Minggu, 20 September 2015

Pengaruh Komunikasi Guru Dan Siswa Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas II Di MI. Khoirul Huda Pasir putih Sawangan Depok Tahun Pelajaran 2013/2014

I. PENDAHULUAN
A. Pendahuluan
Masalah pendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang cukup kompleks dimana banyak faktor yang ikut mempengaruhinya. Salah satu faktor tersebut diantaranya adalah guru. Guru merupakan komponen pengajaran yang memegang peranan penting dan utama, karena keberhasilan proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh faktor guru. Tugas guru adalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui interaksi komunikasi dalam proses belajar mengajar yang dilakukannya. Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi sangat tergantung pada kelancaran interaksi komunikasi antara guru dengan siswanya. Ketidaklancaran komunikasi membawa akibat terhadap pesan yang disampaikan guru.
Komunikasi merupakan dasar eksistensi suatu masyarakat dan menentukan pola struktur masyarakat. Hubungan antar manusia dibangun atas dasar komunikasi. Komunikasi merupakan sarana atau media dalam pengoperan rangsangan. Dalam komunikasi manusia saling mempengaruhi, sehingga dengan demikian terbentuklah pengetahuan tentang pengalaman masing-masing orang. Komunikasi dapat membentuk manusia saling pengertian, menimbulkan persahabatan, memelihara kasih sayang, mempengaruhi sikap yang akhirnya dapat menimbulkan tindakan nyata riil. Hubungan sesama manusia dapat ditingkatkan dengan memahami dan memperbaiki komunikasi akan lebih mudah menerima pesan-pesan yang disampaikan komunikator.
Melalui komunikasi pula kita dapat memenuhi kebutuhan emosional kita dan meningkatkan kesehatan mental kita. Kita belajar makna cinta, kasih sayang, simpati, rasa hormat, rasa bangga, bahkan iri hati dan kebencian. Melalui komunikasi kita dapat mengalami berbagai kualitas perasaan itu dan membandingkannya antara perasaan yang satu dengan perasaan lainnya. Karena itu tidak mungkin kita dapat mengenal cinta bila kita memperoleh informasi bahwa kita orang yang sehat secara jasmani dan rohani, dan kita orang yang berharga, penegasan orang lain atas diri kita membuat kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri dan percaya diri.
Dalam kegiatan pendidikan pada umumnya dan dalam proses kegiatan belajar pada khususnya, komunikasi merupakan salah satu faktor utama yang turut serta dalam penentuan pencapaian tujuan pendidikan, atau kata lain dapat dikatakan bahwa komunikasi merupakan sarana atau media dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.
Maka untuk mencapai interaksi belajar mengajar perlu adanya komunikasi yang jelas  antara guru (komunikator) dengan siswa (komunikan). Sehingga terpadu dua kegiatan yang berdaya guna dalam mencapai tujuan pengajaran dan pendidikan dimana siswa dapat sukses dalam tugas belajarnya, begitu pula guru dapat berhasil mengajar dan mendidik sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Pada dasarnya motivasi belajar siswa sangat dipengaruhi adanya komunikasi guru. Seorang guru yang jarang melakukan komunikasi dengan muridnya akan atau bisa mengalami kegagalan dalam proses belajar mengajar. seorang guru yang sering kali berkomunikasi dengan siswanya atau anak didiknya dalam proses belajar mengajar akan menumbuhkan motivasi belajar siswa.
Dari fenomena diatas, mendorong penulis untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul: “Pengaruh Komunikasi Guru Dan Siswa Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas II Di MI. Khoirul Huda Pasir putih Sawangan Depok Tahun Pelajaran 2013/2014

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan Masalah
Untuk mengantarkan pembahasan permasalahan secara jelas dan supaya tidak terjadi kesimpangsiuran penafsiran, maka penulis memberi batasan istilah yang terkandung dalam judul skripsi ini sebagai berikut :
1. Pengaruh.
Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang disusun oleh WJS. Poerwadarminto, pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda dan lain sebagainya). Yang berkuasa atau berkekuatan, baik kekuatan yang bisa dilihat secara dhahir maupun ghaib.

2. Komunikasi
Komunikasi adalah suatu tingkah laku, perbuatan atau kegiatan penyampaian atau pengoperan lambang-lambang, yang mengandung arti atau makna. Atau perbuatan penyampaian suatu gagasan atau informasi dari seseorang kepada orang lain.  Menurut Carl Hovland, komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain (Communication is the process to modify the behavior of other individuals).
Dengan demikian, yang penulis maksud pengaruh komunikasi adalah pengaruh komunikasi guru dengan siswa dalam proses belajar mengajar, yang didalamnya terdapat pengaruh antara guru dengan siswa dalam interaksi belajar mengajar yang berjalan dengan baik dan harmonis.
3. Motivasi Belajar
a. Motivasi adalah suatu tenaga (dorongan, alasan, kemauan) dari dalam yang menyebabkan kita berbuat atau bertindak yang mana tindakan itu diarahkan pada tujuan tertentu.
b. Belajar adalah sebagai perubahan kelakuan berkat pengalaman dan latihan.
Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar itu, maka tujuan yang dikehendaki siswa tercapai.  Jadi yang dimaksud motivasi belajar siswa adalah dorongan belajar yang kuat pada siswa, baik berupa minat atau kemauan belajar, keaktifan belajar, alasan belajar, tujuan atau hasrat belajar, dorongan guru, orang tua dan teman, maupun fasilitas belajar dalam pendidikan sehingga tujuan tujuan yang dikehendaki tercapai secara optimal.
Dengan demikian judul yang dimaksud dalam skripsi ini adalah suatu kajian atau peneliti terhadap pengaruh komunikasi antara guru dengan siswa dalam interaksi belajar mengajar yang berlangsung dalam suasana kelas yang menggembirakan dan harmonis, sehingga dapat menimbulkan efek yang positif terhadap perkembangan motivasi belajar siswa di MI Khoirul Huda Pasir Putih Sawangan Depok.
2. Perumusan Masalah
Masalah adalah pertentangan antara realitas dengan yang seharusnya, kesangsian atau pun kebingungan terhadap suatu hal atau fenomena, adanya ambiguity.  Bertolak pada latar belakang memunculkan permasalahan-permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana komunikasi guru dan siswa kelas II di MI Khoirul Huda Pasir Putih Sawangan Depok.?.
2. Bagaimana motivasi belajar siswa kelas II di MI Khoirul Huda Pasir Putih Sawangan Depok.?
3. Adakah pengaruh komunikasi guru dan siswa terhadap perkembangan motivasi belajar siswa kelas II di MI Khoirul Huda Pasir Putih Sawangan Depok.?

C. Tujuan Penelitian
Dalam setiap penulisan ilmiah perlu dirumuskan tujuan, agar penelitiannya tidak keluar dari apa yang direncanakan. Adapun tujuan penelitian skripsi ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui komunikasi guru dan siswa kelas II di MI Khoirul Huda Pasir Putih Sawangan Depok.
2. Untuk mengetahui motivasi belajar siswa kelas II di MI Khoirul Huda Pasir Putih Sawangan Depok..
3. Untuk mengetahui komunikasi guru dan siswa terhadap perkembangan motivasi belajar siswa kelas II di MI Khoirul Huda Pasir Putih Sawangan Depok.

D.  Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan pada umumnya. Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menambah wawasan dan pengetahuan peneliti mengenai masalah yang di teliti.
2. Untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam mencapai gelar sarjana program strata  satu ( S1 ) pada sekolah Tinggi Agama Islam Al-Karimiyah ( STAISKA) Depok.

E. Rumusan Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah dugaan pemecahan yang bersifat sementara, yakni pemecahan yang mungkin benar dan mungkin pula salah.  Adapun hipotesis yang penulis ajukan adalah:
Ha :Ada korelasi posistif yang signifikan komunikasi guru                 dan siswa terhadap motivasi belajar siswa di kelas II MI Khoirul Huda Pasir Putih Sawangan Depok.
Ho : Tidak ada korelasi positif yang signifikan komunikasi  guru dan siswa terhadap motivasi belajar siswa di kelas II MI Khoirul Huda Pasir Putih Sawangan Depok.

Dengan kata lain semakin banyak komunikasi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar, maka semakin baik pula motivasi belajar sebaliknya, semakin buruk atau rendah komunikasi guru dengan siswa dalam proses belajar mengajar, maka semakin rendah pula motivasi belajar siswa kelas II di MI Khoirul Huda Pasir Putih Sawangan Depok.


II. PROSEDUR PENELITIAN
A.  Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini untuk memperoleh hasil data yang merupakan hal penting dalam pemecahan masalah penelitian, maka digunakan studi korelasi yang merupakan bagian dari jenis penelitian deskriptif  kuantitatif. Hal tersebut mengandung makna bahwa data yang diperoleh dianalisa dan disajikan, sehingga akan menjadi hasil penelitian yang sistematis, nyata dan cermat agar mendapatkan gambaran yang jelas tentang subjek penelitian, yaitu tentang “Pengaruh Komunikasi Guru Dan Siswa Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas II Di MI. Khoirul Huda Pasir putih Sawangan Depok”. Selanjutnya penulisan penelitian ini mengaju pada buku pedoman penulisan skripsi yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Karimiyah.

B. Tempat dan Waktu Penelitian
a. Tempat Penelitian
Tempat pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di MI. Khoirul Huda Pasir putih Sawangan Depok.
Dipilihnya lokasi ini karena tempatnya yang mudah dijangkau oleh peneliti dan masalah yang akan menjadi bahan penelitian atas Pengaruh Komunikasi Guru Dan Siswa Terhadap Motivasi Belajar Siswa.
b.   Waktu Penelitian
Adapun waktu penelitian ini dimulai pada bulan April 2013 sampai dengan bulan September 2013. dilaksanakan di Di Di MI. Khoirul Huda Pasir putih Sawangan Depok

C. Populasi dan Sample Penelitian
1. Populasi
Populasi disini adalah keseluruhan obyek penelitian.  Sedangkan sampel merupakan sebagian dari atau wakil dari populasi yang diteliti.  Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah keseluruhan Siswa MI. Khoirul Huda yang berjumlah 120 siswa.
2. Sample
Mengenai penentuan sampel, Suharsimi Arikunto memberikan batasan yaitu, “….. apabila populasinya kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika subyeknya besar dapat diambil antara 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih.

D. Teknik Penelitian
Teknik dalam penelitian ini adalah teknik korelasi, yakni melihat bentuk hubungan antara variable-variabel yang diteliti, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara suatu variabel dengan variabel yang lain dan bertujuan pula untuk melihat hubungan antara variable-variabel tersebut.
Disamping itu,metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan kejadian yang sebenarnya untuk memperoleh data yang objektif.
Adapun metode yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Metode Observasi
Metode observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan pengamatan, pencatatan yang sistematis terhadap fenomena-fenomena yang diselidiki.  Tehnik ini digunakan untuk mendapatkan data tentang perilaku maupun sikap siswa terhadap metode menghafal siswa.
b. Metode Wawancara (Interview)
Metode Wawancara adalah  suatu tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sumber data.  Tehnik ini digunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya Madrasah Iftidaiyah Khoirul Huda  Pasir Putih Sawangan Depok, letak geografis, keadaan siswa, guru/karyawan, struktur organisasi, keadaan sarana dan prasarana maupun yang lainnya.
c. Metode Angket
Metode angket adalah suatu cara pengumpulan data yang berupa daftar pertanyaan tentang suatu hal yang jawabannya didapat dari responden.  Angket ini disebarkan kepada siswa kelas  II Madrasah Iftidaiyah Khorul Huda  Pasir Putih Sawangan Depok tahun pelajaran 2012/2013 untuk mendapatkan  data tentang perkembangan prestasi belajar  siswa.
d. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah suatu metode pengumpulan data dengan jalan melihat atau mencatat dokumen yang ada. Dokumentasi dalam arti sempit adalah kumpulan verbal bentuk tulisan. Sedangkan dalam arti luas adalah meliputi, arsip dokumen, monumen, artefak, tape, foto dan sebagainya.  Dokumentasi ini digunakan untuk mendapatkan data tentang prestasi  mata pelajaran siswa.

E. Instrument Penelitian
         Dalam rangka menjaring data untuk keperluan penelitian akan dipergunakan dua macam instrument angket yang berfunsi memperoleh tentang kompetensi profesionalisme guru. Angket memiliki alternatif jawaban yang diperoleh dari responden dengan sekala nilai 1, 2, 3, anget tersebut disusun berdasarkan dimensi-dimensi dari variable penelitian, anget tersebut berupa pertanyaan-pertayaan skala sikap yang menggambarkan sikap dari responden adapun  sitematika anget :

Tabel 1
Kisi-kisi Instrumen Penelitian
No Indikator Sub Indikator No Butir
( Positif )
1. Komunikasi Guru Dan Siswa 1. Guru senantiasa berada dalam situasi belajar mengajar sebagai fasilitator belajar.
2. Dialog atau tanya jawab antara guru dengan siswa. 1, 2, 3, 4, 6, 7,


8, 9, 10
2. Motivasi Belajar Siswa 1. Rajin dan tekun belajar
2.Masuk sekolah dan mengikuti pelajaran.
3. Semangat belajar di rumah dan di sekolah 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18,

19, 20
Selanjutnya dari butir-butir pertayaan tersebut dilakukan penilaian yang terdiri dari 3 alternatif jawaban dan diberi nlai 1 sampai 3 sebagai berikut:

Tabel 2
Skala Penilaian
Jawaban Indikator
a. Ya
b. Kadang-kadang
c. Tidak pernah 5
3
1
Sedangkan untuk mendapatkan data tentang prestasi digunakan nilai raport belajar siswa semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014.

F. Teknik Analisa Penelitian
Setelah data terkumpul dari proses pengumpulan data, maka untuk menganalisa data tersebut penulis menggunakan tehnik analisis data statistik dengan langkah-langkah sebagai berikut   :
1. Metode Analisa Data
a. Analisis Data Pendahuluan
Dalam analisis ini, penulis mengumpulkan data, penulis menggunakan tabel distribusi frekuensi sederhana, dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:
b. Alternatif  YA  diberi nilai 5
c. Alternatif KD diberi nilai 3
d. Alternatif TP diberi nilai 1
e. Analisis Uji Korelasi
Dalam tahapan ini penulis menggunakan perhitungan antara variabel X dan variabel Y , dengan menggunakan rumus korelasi product moment sebagai berikut:

Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi antara variabel X dan Y
xy : Perkalian antara X dengan Y
x : Variabel  metode menghafal
y : Variabel prestasi  belajar Al-Qur’an Hadits
N : Jumlah sampel
  : Jumlah keseluruhan.
f. Analisis uji signifikansi korelasi dengan rumus

 Keterangan :
t = taraf signifikansi
r = koefisien korelasi
r 2 = koefisien korelasi yang dikuadratkan
n = jumlah atau banyaknya sampel
f. Uji Koefisiensi Kerelasi ( KD) dengan rumus:
KD = r² x 100%
Keterangan :
KD = kontribusi determinasi
r = koefisien korelasi







III. SISTEMATIKA PENULISAN ( OUT LINE )
Untuk mengetahui keseluruhan isi atau materi-materi skripsi ini secara global, maka penulis perlu mengemukakan sistematika skripsi ini yang terdiri dari tiga bagian yaitu :
1. Bagian Muka
Bagian muka ini terdiri dari : halaman sampul, halaman judul, halaman nota persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi dan halaman daftar tabel.
2. Bagian Isi/ Batang Tubuh
Pada Bagian ini, terdiri dari beberapa bab antara lain :
Bab satu pendahuluan, dalam bab ini meliputi tujuh sub yaitu : latar belakang masalah, penegasan istilah, perumusan masalah, tujuan penulisan skripsi, hipotesis, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.
Bab dua landasan teori, dalam bab ini berisi  komunikasi guru dan siswa dan motivasi belajar siswa yang meliputi tiga (3) sub bab yaitu : tentang  komunikasi guru dan siswa yang terdiri dari 6 anak sub bab yakni, definisi komunikasi, proses komunikasi, macam-macam komunikasi,bentuk-bentuk komunikasi dan hambatan-hambatan komunikasi. Sub bab kedua motivasi belajar siswa yang terdiri dari 3 anak sub bab yaitu, pengertian motivasi belajar, macam-macam komunikasi belajar dan fungsi motivasi belajar. Sub bab ketiga adalah pengaruh komunikasi guru dan siswa terhadap motivasi belajar.
Bab tiga gambaran Umum dan Kondisi Obyektif  MI. Khoirul Huda Pasir putih Sawangan Depok., dalam bab ini terdiri dari tiga sub bab yakni pertama, situasi umum  di  MI. Khoirul Huda Pasir putih Sawangan Depok. terdiri dari, sejarah berdirinya, letak geografis, keadaan siswa, guru/karyawan, struktur organisasi, keadaan sarana dan prasarana. Sub bab kedua adalah, Data tentang responden hasil angket komunikasi guru dan siswa.sub bab ketiga adalah, hasil anget motivasi belajar siswa.
Bab empat analisis, setelah data yang diperoleh dari lapangan dikumpulkan, maka selanjutnya diadakan analisis data untuk menguji hipotesis yang penulis ajukan. Dalam menganalisis data, digunakan analisis kuantitatif.
Bab lima penutup, dalam bab ini berisi uraian tentang kesimpulan, saran-saran dan kata penutup.
3. Bagian Akhir
Dalam bagian ini terdiri dari, daftar kepustakaan, daftar riwayat pendidikan penulis dan daftar lampiran-lampiran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar